Kami membuka, menata ulang, dan mengembangkan restoran di Spanyol. Di Lombok kami menggunakan metode yang sama. Yang berubah adalah cara menerapkannya. Inilah tiga area yang paling banyak kami sesuaikan.
Tim
Tim di Lombok paling efektif diarahkan secara individual. Arahan di depan seluruh tim atau koreksi di depan umum lebih banyak menimbulkan masalah daripada menyelesaikannya. Kami selalu mengoreksi secara pribadi.
Prosedur harus bisa dilihat. Di satu pulau ada begitu banyak dialek dan bahasa, sehingga banyak karyawan berkomunikasi dengan cara berbeda meskipun berasal dari pulau yang sama. Karena itu kami menggunakan manual visual: foto plating, susunan stasiun kerja, atau kondisi ruang pendingin saat tutup lebih mudah dipahami daripada manual yang panjang. Manual operasional yang kami buat untuk pulau ini memiliki satu lapisan untuk tim dan satu untuk manajemen.
Kalender
Setahun punya dua ritme: musim ramai dan musim hujan. Restoran yang dibuka pada waktu yang salah bisa merugi berbulan-bulan sebelum sempat beradaptasi.
Lebaran dan THR direncanakan berbulan-bulan sebelumnya, dari segi jumlah staf, arus kas, dan jadwal kerja. Kami menyesuaikan pembukaan dengan musim, bukan dengan selesainya konstruksi.
Bisnis
Service charge adalah alat manajemen, bukan sekadar satu baris di tagihan. Cara pembagiannya membentuk perilaku tim di ruang makan.
Retensi staf butuh rencana. Staf terbaik sering pindah ke Bali, dan setiap kepergian berarti harus melatih orang baru lagi.
Sertifikasi halal masuk dalam rencana sejak hari pertama. Kewajibannya menjangkau lebih banyak usaha makanan mulai Oktober 2026 dan berdampak pada pemasok, resep, serta proses dapur.
Yang tidak berubah
Urutan kerjanya: pertama konsep dan angka, lalu brief untuk arsitek, lalu operasional. Target ditetapkan setelah ada baseline, tidak pernah sebelumnya. Keputusan tetap di tangan Anda; kami memberi rekomendasi.
Perizinan, konstruksi, akuntansi lokal, dan rekrutmen tetap dikerjakan oleh profesional lokal. Kami berkoordinasi dengan mereka.
